Pidato Suara Anak Muda

Posted: November 16, 2016 in Pidato

Pemidato iKUPS telah mengambil peluang menguji kemahiran dengan meyertai Pertandingan Pidato Suara Anak Muda yang dianjurkan oleh Jabatan Belia dan Sukan Negeri Kedah. Pertandingan yang diadakan di Y-Centre, UTC Kedah itu disertai oleh 11 peserta dari seluruh negeri. Tujuan pidato yang bertemakan Suara Masa Depan Belia ini adalahuntuk mendapatkan suara dan pandangan golongan belia demi pembangunan negara pada masa hadapan.Pertandingan yang bermula pada jam 10.00 pagi ini brakhir 3 jam kemudian. Walaupun kedua-dua peserta iKUPS tidak berjaya membawa pulang kemengangan, namun pengalaman berharga yang diperoleh menjadi titik tolak untuk kejayaan mereka pada masa depan.

Tahniah Amal Sakinah binti Zukili dan Adib Mu’azzam bin Abdul Razak, wakil iKUPS.
#SemangatJuaraMembara

13043530_810862539014526_348031558269742223_n.jpg

terima kasih kepada Cikgu Shahnun (STAR) atas perkongsian ini melalui akaun facebook beliau.๐Ÿ™‚

Image  —  Posted: April 16, 2016 in Uncategorized

Perlawanan bahas Bahasa Melayu dan Bahasa Inggeris persahabatan dengan SMS Kubang Pasu telah diadakan pada 02 Macย yang lalu. Bertempat di SMS Kubang Pasu, OL BM dan BI telah memberikan cabaran dalam perbahasan usul : Kepompong Perpaduan Kita Sudah Pecah. OL iKUPS membariskan Nurul Ain MOhamad (Perdana Menteri), Wan Nur Afisya (Menteri 2) dan Amal Sakinah (Menteri 3) selaku pihak kerajaan. Perbahasan yang menarik ini berakhir pada jam 5.00 petang. Terima kasih kepada KUPSIS yang sudi menjemput kami untuk berlatih dengan pendebat mereka. Semoga perdebatan ini memberi manfaat kepada kedua-dua belah pihak.

 

IMG_7645

IMG_7652

IMG_7642

IMG_7640

IMG_7638

IMG_7636

 

sumber : http://menjadihebat.blogspot.my/2013/02/macam-macam-qaulan-dalam-al-quran.html

Ada sebuah pepatah, โ€œLidah itu tidak bertulang, tetapi ia lebih tajam daripada pedangโ€. Pepatah ini benar adanya. Terluka oleh lisan akan lebih sakit dibanding terluka oleh pedang. Pasalnya, luka karena pedang banyak medical service yang memungkinkan penyembuhan. Tetapi, luka karena lisan belum tentu ada penawarnya, karena yang terluka bukanlah fisik melainkan batin.

Kata-kata yang keluar dari mulut kita tidak selamanya kita rasa baik, terkadang secara sengaja atau tidak menyayat hati pendengarnya. Jika hal tersebut dibiarkan maka ucapan yang keluar dari mulut kita justru akan merugikan diri kita sendiri. Sehingga, ahli ibadah divonis celaka oleh Rasulullah saw gara-gara lisannya yang tidak terjaga. Dalam sebuah hadits dijelaskan:

ู‚ููŠู’ู„ูŽ ู„ูุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุต ุฅูู†ู‘ูŽ ููู„ูŽุงู†ูŽุฉูŽ ุชูŽุตููˆู’ู…ู ุงู„ู†ู‘ูŽู‡ูŽุงุฑูŽ ูˆูŽุชูŽู‚ููˆู’ู…ู ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ูŽ ูˆูŽ ู‡ููŠูŽ ุณูŽูŠู‘ูุฆูŽุฉู ุงู„ู’ุฎูู„ูู‚ู ุชูุคู’ุฐูู‰ ุฌููŠู’ุฑูŽุงู†ูŽู‡ูŽุง ุจูู„ูุณูŽุงู†ูู‡ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูŽุง ุฎูŽูŠู’ุฑูŽ ูููŠู’ู‡ูŽุง ู‡ูŽูŠูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู

Dikatakan kepada Rasulullah saw., โ€œSesungguhnya si Fulanah shaum di siang hari dan tahajud di malam hari. Namun akhlaknya buruk. Ia suka menyakiti hati tentangganya dengan mulutnyaโ€. Rasulullah bersabda, โ€œTidak ada kebaikan pada diri Fulanah itu. Ia termasuk ahli nerakaโ€. (H.R. Ahmad).

Macam-macam Qaulan (perkataan)

Allah menciptakan manusia dengan seindah-indahnya dan sesempurnanya dibandingkan makhluk yang lain. Keindahan dan kesempurnaan manusia hendaknya diiringi dengan keindahan dan kesempurnaan perangai. Salah satunya, manusia mesti mengindahkan dan menyempurnakan diri dengan komunikasi yang baik โ€“meskipun pada kenyataannya tidak ada manusia yang sempurnaโ€“.

Untuk menyokong hal ini, Allah memberi kelebihan kepada kita sebagai manusia supaya pandai berkomunikasi sebagaimana dijelaskan dalam QS ar-Rahman ayat 4, โ€œAllah mengajarkan manusia pandai berbicaraโ€. Ayat tersebut menyiratkan perintah supaya kita berkomunikasi dengan baik.

Dalam al-Quran terdapat macam-macam qaulan (perkataan), diantaranya:

  1. Qaulan Karima

Dilihat dari segi bahasa, karima berasal dari kata karuma yakrumu karman karimun yang bermakna mulia. Al-Quran mengingatkan kita untuk menggunakan bahasa yang mulia, yakni perkataan yang memuliakan dan memberi penghormatan kepada orang yang diajak bicara sebagaimana dijelaskan dalam ayat berikut:

ููŽู„ูŽุง ุชูŽู‚ูู„ู’ ู„ูŽู‡ูู…ูŽุง ุฃููู‘ู ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽู†ู’ู‡ูŽุฑู’ู‡ูู…ูŽุง ูˆูŽู‚ูู„ู’ ู„ูŽู‡ูู…ูŽุง ู‚ูŽูˆู’ู„ู‹ุง ูƒูŽุฑููŠู…ู‹ุง

โ€œ… janganlah kamu mengatakan โ€˜ahโ€™ kepada mereka (orang tua), jangan pula kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia!โ€ (QS al-Isra` [17]: 23).

  1. Qaulan Maโ€™rufa

Maโ€™rufa identik dengan kata urf atau budaya. Menurut M. Quraish Shihab, maโ€™ruf secara bahasa artinya baik dan diterima oleh nilai-nilai yang berlaku di masyarakat. Qaulan maโ€™rufa berarti perkataan yang sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku di masyarakat. Selain itu, qaulan maโ€™rufa berarti pula perkataan yang pantas dengan latar belakang dan status seseorang. Seorang guru hendaknya berutur kata yang santun karena memang pantasnya begitu. Pun dengan seorang daโ€™i, muballigh, petinggi ormas, dll. hendaknya berbicara dengan perkataan maโ€™ruf, karena memang seperti itulah pantasnya.

Dalam al-Quran dijelaskan:

ูˆูŽู„ูŽุง ุชูุคู’ุชููˆุง ุงู„ุณู‘ูููŽู‡ูŽุงุกูŽ ุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงู„ูŽูƒูู…ู ุงู„ู‘ูŽุชููŠ ุฌูŽุนูŽู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽูƒูู…ู’ ู‚ููŠูŽุงู…ู‹ุง ูˆูŽุงุฑู’ุฒูู‚ููˆู‡ูู…ู’ ูููŠู‡ูŽุง ูˆูŽุงูƒู’ุณููˆู‡ูู…ู’ ูˆูŽู‚ููˆู„ููˆุง ู„ูŽู‡ูู…ู’ ู‚ูŽูˆู’ู„ู‹ุง ู…ูŽุนู’ุฑููˆูู‹ุง

โ€œDan janganlah kamu menyerahkan harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya (anak yatim) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan! berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik!โ€ (QS an-Nisa [4]: 5).

  1. Qaulan Sadida

Sadida berarti jelas, jernih, terang. Dalam al-Quran, konteks qaulan sadida diugkapkan pada pembahasan mengenai wasiat (QS an-Nisa [4]: 9) dan tentang buhtan (tuduhan tanpa bukti) yang dilakukan kaum Nabi Musa kepada Nabi Musa (QS al-Ahzab [33]: 70).

Dari kedua konteks ayatnya, qaulan sadida merupakan perkataan yang jelas, tidak meninggalkan keraguan, meyakinkan pendengar, dan perkataan yang benar tidak mengada-ada (buhtan: tuduhan tanpa bukti).

  1. Qaulan Baligha

Terhadap kelompok oposisi atau kaum munafiq kita diminta menggunakan bahasa yang komunikatif (qaulan baligha). Baligha itu sendiri berarti sampai. Dalam konteks ayatnya (QS an-Nisa [4]: 63), qaulan baligha dimaknai sebagai perkataan yang sampai dan meninggalkan bekas di dalam jiwa seseorang.

Ini merupakan indikasi bahwa dakwah itu mesti diupayakan. Salah satunya adalah dakwah dengan lisan (daโ€™wah billisan). Dan, kemestian dakwah dengan lisan ini tentunya bagi yang mumpuni dan berkapasitas. Kecakapan dakwah yang perlu diasah adalah dalam penyampaian verbal. Maka, kecakapan dalam qaulan baligha merupakan hal yang niscaya bagi seorang daโ€™i atau muballigh.

  1. Qaulan Maysura

Maysura artinya mudah. Qaulan maysura berarti perkataan yang mudah. Dalam konteks ayatnya (QS al-Isra` [17]: 28), Imam al-Maraghi mengartikannya sebagai ucapan yang lunak dan baik atau ucapan janji yang tidak mengecewakan. Sedangkan Imam Ibnu Katsir menyebutkan makna qaulan maysura dengan perkataan yang pantas dan ucapan janji yang menyenangkan. Kedua pendapat tersebut identik, yakni ucapan yang keluar dari mulut kita hendaknya menyenangkan orang dan tidak mengecewakannya.

  1. Qaulan Layyina

Secara bahasa layyina artinya lemah lembut. Qaulan layyina bisa bermakna sebagai strategi dakwah. Pasalnya, konteks qaulan layyina (QS Thaha [20]: 44) berbicara tentang dialog Nabi Musa dengan Firaun.

Sebagai seseorang yang dibesarkan dan disenangkan di istana Firaun, penguasa yang melabeli diri sebagai tuhan, Musa harus berurusan dengan Firau sebagai objek dakwah tauhidnya. Berat rasanya bagi Nabi Musa. Tetapi, ini adalah misi yang diembankan Allah. Maka, Allah menuntun dan memotivasi agar Nabi Musa menggunakan qaulan layyina saat menyampaikan dakwahnya. Ini dimaksudkan agar Firaun menjadi sadar dan takut, meskipun pada kenyataannya Firaun marah besar dan berupaya untuk melenyapkan Nabi Musa dan ajarannya.

Epilog

Dengan dilansirnya macam-macam qaulan dalam al-Quran sebagaimana dijelaskan, menandakan bahwa masalah qaulan yang lahir dari lisan begitu penting untuk dimanage dengan baik. Salah kata, salah ucap, mengakibatkan bahaya yang besar. Jangan jauh-jauh, ketika nama Anda adalah Cecep misalnya, kemudian orang menyebut Anda Cepot, perasaan Anda mungkin akan tidak nyaman karena nama Anda bukanlah Cepot. Atau, Anda mengatakan sesuatu yang benar tetapi cara Anda mengatakan sesuatu terkesan arogan, maka hati si komunikas akan tersayat membekas luka oleh Anda.

Sekali lagi, mari menjaga lisan agar tidak mengeluarkan kata-kata yang tidak baik, kata-kata kasar, kata-kata menyinggung, kata-kata jorok, kata-kata tidak pantas, dan kata-kata negatif lainnya.

Rasulullah saw. menasehati:

ุฅูุญู’ููŽุธู’ ู„ูุณูŽุงู†ูŽูƒูŽ

โ€œJagalah lidahmu!โ€ (HR Ibnu Asakir).

… merintis jalan

Posted: Januari 15, 2016 in bahas, Mesyuarat, Pidato

Pada 8 Januari 2016, bertempat di Pusat Capaian Bahasa Melayu telah berlangsung perjumpaan ahli-ahli Orators’ League Bahasa Melayu kali pertama. Perjumpaan kali ini bertujuan merangka perjalanan OLBM bagi tahun 2016. Dengan disertai oleh 12 orang ahli, pertemuan ini telah membincangkan aktiviti yang bakal dijalankan serta kekangan – kekangan yang mungkin dihadapi bagi menikuti program-programย bahas sepanjang tahun ini. Pertemuan yang turut disertai oleh Cikgu Ariffin selaku penasihat OLBM dan Rosman Razif, mantan pendebat I-KUPs (2007-2010) telah membuat beberapa saranan dan pertimbangan untuk difikirkan oleh semua ahli. Semoga dengan perjumpaan awal ini, gerak kerja pasukan bahas sekolah akan berjalan lancer sepanjang tahun ini.

“Ujaran Merobah Dunia”

Bersempena sambutan Bulan Kemerdekaan peringkat i-KUPs 2015, Panitia Bahasa Malaysia dengan kerjasama Orators’ League Bahasa Melayu telah menganjurkan pertandingan Debat Antara Kelas Kali Pertama dan pertandingan Pidato Kemerdekaan kali keempat.

Pertandingan Debat Antara Kelas melibatkan pelajar junior, iaitu tingkatan 1 dan 2 sahaja. Johan membawa pulang piala pusingan, hadiah wang tunai sebanyak RM 100.00 dan hadiah iringan, sementara naib johan wang tunai RM 70.00 dan hadiah iringan. Ringkasan pertandingan seperti berikut:

Sesi Usul Petanding Keputusan
1 Jalur Gemilang Wajar Diwajibkan dikibar di Setiap Bangunan 2 Ikram (kerajaaan)

2 Ikhlas (pembangkang)

Kerajaan
2 Tokoh Kemerdekaan Tidak Menjadi Inspirasi Masyarakat Kini 2 Ihsan (Kerajaan)

1 Ikhlas (Pembangkang)

Pembangkang
3 Sambutan Malam Ambang Kemerdekaan Perlu diwajibkan di Setiap Sekolah 1 Ihsan (Kerajaan)

1 Ikram (Pembangkang)

Kerajaan
4 (Suku Akhir) Cinta Negara Lahir daripada Institusi Pendidikan 2 Ikram (Kerajaan)

1 Ikhlas (Pembangkang)

Kerajaan
5 (Suku Akhir) Memupuk Semangat Patriotik Tugas Guru 1 Ihsan (Kerajaan)

2 Ihsan (Pembangkang)

Pembangkang
6 (Akhir) Patriotisme Generasi Muda Semakin Goyah 2 Ikram (Kerajaan)

2 Ihsan (Pembangkang)

Pembangkang

Sementara itu, seramai 7 orang peserta mewakili rumah masing-masing (kecuali rumah Saidina Ali yang hanya diwakili seorang peserta telah bertanding bagi merebut Piala PusinganPidato Kemerdekaan bagi pidato bertemakan patriotisme. Pada akhirnya, Adib Mu’azzam bin Abdul Razak dari rumah SAidina Othman dinobatkan sebagai johan dengan membawa pulang Piala Pusingan dan wang tunai RM 70.00 sementara Mohd Zaid Aslam bin Shaharudin sebagai Naib Johan dengan menerima hadiah wang tunai RM 50.00.

Hadiah-hadiah telah disampaikan pada sambutan Ambang Kemerdekaan yang diadakan di Dewan al-Ghazali pada 30 Ogos 2015 oleh Ayahanda Cikguย Pengetua.

Tahniah kepada semua peserta yang telah menyertai aktiviti ini. Digharapkan budaya seni pengucapan awam akan terus mekar di hati warga i-KUPs.

DSC_0279 DSC_0283 DSC_0286 DSC_0291 FB_IMG_1440858046043

Mengutip Pengalaman di #MISDC 2015

Posted: Ogos 28, 2015 in bahas
Tags:

Buat pertama kalinya Orators’ League menghantar wakil ke Musleh International Students Debating Championship (MISDC) yang diadakan di Hotel Putra KL dan UTM Kuala Lumpur. Pasukan bahas Bahasa Melayu dan bahasa Inggeris masing-masing menghantar satu pasukan bagi menguji kepetahan berucap. Alhamdulillah, selama tiga hari di sana banyak pengalaman yang diperoleh – di dalam dewan debat mahupun di luarnya. Terima kasih kepada pengurusan i-KUPs yang telah memberi sokongan padu kepada pasukan OL untuk menempuh satu lagi pengalaman berharga dalam usaha memperbaik diri. Walaupun sekadar mara sehingga ke pusingan prasuku akhir bagi kategori Bahasa Melayu, namun perjuangan ini setidak-tidaknya membuka seluas-luasnya mata para pendebat. bagi pasukan bahasa Inggeris, tahniah walaupun tidak berjaya melepasi pusingan awal. Insya-Allah kita cuba lagi pada tahun depan. Tahniah kepada pembahas yang menunjukkan pencapaian yang baik dalam keseluruhan pertandingan.

DSC_0011_1

DSC_0022

DSC_0023

DSC_0038

DSC_0267

DSC_0277